Profil Admin

Foto Saya
MH Choeruddin
banyak kekurangan dalam diriku... maukah kau menutupi kekuranganku?? -wu-
Lihat profil lengkapku
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Bersamamu

0 komentar
Cantik, senyummu indah.

Kau pandangi aku yang terdiam.
Melukis kisah yang inginku lalui.
Tuk hari  esok, besamamu.


18/09/11

Pangeran Kecil #3

0 komentar
Sejenak hening,
Diantara  bising jalanan berdebu,
Terpejam, menatap panorama nun asri,
Jauh dari ruang kecil ini,
hawa dingin yang lembut menyentuh ari,
uap nafas yang tercetakjelas di dedaunan,
bunga yang tergoda rayu kupu-kupu,
opera burung yang menakjubkan,
indah.

Detik berganti,
Khayal itu hilang, sosok adam menggantinya,
Wajah yang bercahaya bagai tersiram sinar rembulan,
Senyumnya yang bersahabat,
Sorot matanya yang tajam,
Diakah Pangeran Kecilku selanjutnya?
Saudaraku yang kan berdampingan bersamaku,
Dalam kisah indah tak berperih. :')


31/07/11
12:25

Sesaat yang lalu

0 komentar
Melihatmu..
Menit pertama, membuatku jengkel
Menit kedua, membuatku tersenyum
Menit ketiga, membuatku sedih
Menit selanjutnya.. ah, entahlah.
Aku tak mau melanjutkannya

Tadi, saat diantara kita tak ada jarak
Ingin rasanya ku genggam jemarimu
Memelukmu erat
Hingga ku tumpahkan semua air yang mulai tumbuh di sudut mata ini

Kini, saat ada jarak diantara kita
Ku hanya bisa memandang
Dan berpikir "Bodohnya bila ku lakukan apa yang kupikirkan sesaat yang lalu. Apa yang akan dia pikirkan bila ku lakukan itu?"


01:13
17/8/11

Bohong

0 komentar
Ku tatap langit, membisu
Apa ia tahu akan kemunafikanku?

Di bawah terang bulan 17, para anak adam bermain bola sepak
Penuh keceriaan, seakan tak pernah ada cerita duka
Riuh rendah dentuman dan sorak para pengelana malam


Aku, merasa memegang dusta di telapak ini
Itukah sebabnya hingga aku tak bisa menyusul kedua adam di hadapanku?
Terlelap, mereka bak bayi dalam pangkuan ibunya
Wajah polos mereka terlukis jelas di mata hinaku

Kenapa mesti ada ucapan bohong?
Hanya demi seorang temankah?
Dasar bodoh..


01:00
17/8/11

Khayal

0 komentar
Ciptakan khayal dalam gelap.
Bermain, tertawa, menangis bersamanya.
Karena hanya ia yang bisa.
Semauku, sekehendakku.
tak ada kata "tidak" dari bibir mungilnya.

07:35
08/06/11

Pangeran Kecil #2

0 komentar
Melihat bayangan kaburku.
Di ruang yang jadi saksi segala rahasiaku ini.

Teringat kau, pangeran kecilku.
Teringat saat tersenyum dan tertawa bersama.
Menulis cerita tuk hari tua.

Berharap kini pun kau berhias senyum indahmu.

08:40
11/06/11

Pangeran Kecil #1

0 komentar
Tik..tok..tik..tok..
Denting jam terdengar lantang.
Hening menyambut pergantian hari.

Di luar sana bintang terhampar, tapi tak banyak.
Tapi tetap cantik.

Peri, aku mohon.
Jagalah ia malam ini.
Berilah mimpi indah untuknya.
Berilah cinta untuknya.
Tuk jalani hari esok.
Ku ingin pangeran kecilku selalu tersenyum..

00:11
11/06/11

Hanya semalam

0 komentar
Anggap saja angin lalu.
Mungkin seiring waktu deretan kata itu menguap.
Takkan pernah membatu.

Lembar putih memang telah abu.
Tak mungkin putih kembali.

Betapa tak bergunanya kejujuran-kejujuran itu.
Hanya semerbak semalam.
Layaknya epiphyllum anguliger.


22:07
07/05/11

Siluet Malam

0 komentar
Dentuman di langit kamar menghentak jantungku.
Membelah hening yang telah terangkai.

Getir akan siluet-siluet malam mulai merasuk.
Menjelma.
Mengoyak semesta.

Perlahan menjadi realita.
Langkahnya semakin gontai.

Tegak, tersenyum pada realita.
Terbaring, mengeluh pada imaji.

Keluhnya mungkin telah menyesak dalam ruang sempit yang terkotak-kotaki.
Hingga kini ruang itu seakan menjauh.

Lalu menghilang dalam kabut pagi.
Hanya imaji yang tersisa.
Kini.

22:30
03/05/11

Menjauh

0 komentar
Aku merasa kau mengiyakan persepsi mereka
Walau kau sembunyikan itu di setiap katamu
Aku melihatnya dari sikapmu
Yang seakan menjauh


09:24
30/04/11

#mimpi

0 komentar
Abaikan saja aku
Biar semua sempurna

Terasa lembut memang deru angin itu
Terasa segar memang pancaran air itu
Membuatku terlelap dalam panasnya surya
Membuatku terjaga dalam dinginnya bulan

Anggaplah aku serpihan lalu
Yang tak layak disimpan dalam bingkai

Mimpi itu semakin menjadi
Terealisasi dalam kata maupun langkah
Akankah menjadi semakin nyata dan sempurna mimpi itu

Dijauhi . . .
Dikucilkan . . .
Ditiadakan . . .

Teruskan saja langkah kalian . . .


09:11
30/04/11

Bila esok tiba

0 komentar
Berbaris, tersenyum
Dalam benak usangku

Dinding telah rapuh menahannya
Mungkin telah tak sanggup lagi terisi janji

Ku akui, aku bukan orang yang mampu bersabar
Sabar dengan segala imajiku
Dan waktu telah merayap terlalu lama
Pecah, semua hanya bisa tuk dikenang

Apa yang kan terjadi bila esok tiba?
Apa aku akan menjadi seorang pantomimer
Atau hanya menjadi seorang dubber


-lebay-
18:47
02/03/11

Cermin

0 komentar
Diam, memantulkan kepasrahan.
Mengabdi pada tiap manusia.
Tak ada hentinya manusia berdiri di depannya.
Hilang, lalu berganti.
Berulang seperti itu.

Di depannya para manusia bagaikan seorang stylish handal.
Menata rambut dengan sesukanya.
Di depannya para manusia bagaikan seorang model profesional.
Berekspresi, dengan bermacam raut wajah.


-cermin SMK Pariwisata-
10:04
31/03/11

Penghujung Maret

0 komentar
Rasanya semua berjalan hampa.
Tak lagi seperti potret dulu.
Penghujung Maret yang mendung.
Menyerap hingga ke jiwa.

Tak cerah tapi memanas.
Nampak diam tapi bergejolak.
Secuil senandung melintas di udara.
Tak jelas namun bernada.

Hilir mudik melangkah gontai.
Hanya sebuah pengisi waktu kosong.
Melirik, bermain mata.
Hanya bisu yang menyahut diantara kami.



09:33
31/03/11

Bidadari

0 komentar
Bidadari bersayap!
Kata yang terlontar menyusul gerak mataku.
Putih, kesan suci terpancar darinya.
Ditambah cahya mentari yang gagah.
Sayang aku tak bisa memandangnya lebih lama.
Dia tak lagi menempati ruang pandanganku.


-Awan mirip bidadari bersayap.
Mundu-
10:30
24/03/11

2 kakek dan 1 nenek

0 komentar
Senyumku terlempar jauh
Ketika ku lihat 2 kakek dan 1 nenek

Meski usia telah menggerogoti raga mereka
Mereka tetap bersemangat
Membawa 6 karung kapuk
Logat khas Cirebon lekat di setiap kata yang mereka ucap

Kerutan kini nampak jelas di seluruh wajah mereka
Bahkan telah menjelajah ke seluruh tubuh mereka
Menjadi saksi betapa keras kehidupan ini

Mereka yang sudah tua saja masih berjuang
Aku yang masih muda
Apa yang sudah aku kerjakan?


09:45
25/03/11

Kemana wajah lucumu?

0 komentar
Hei, kawan.
Kau kenapa?
Kemana wajah lucumu?
Tak biasanya wajahmu muram seperti itu
Bahkan 10 hari yang lalu, ku lihat keceriaan menamparmu
Tapi kenapa sekarang sedih seperti menggelayutimu?

Kawan, jika kau mau
Kau bisa luapkan gundahmu
Ku kan setia mendengarmu


-pemuda operator warnet-
10:51
26/03/11

amarah #2

0 komentar
Kawan, aku ingin bercerita.
Tapi...
Mungkin takkan peduli untuk saat ini
Ya, takkan peduli.
Bukankah itu keinginanku semalam?
Jadi, ku putuskan ku bercerita pada selembar kertas, lagi.

Broken home?
Apa yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar kata itu?

Tetes airmata ini tak cukup tuk menghapus kata itu
Bahkan darah pun ku rasa tak cukup
Apa keanehan demi keanehanku disebabkan oleh kata itu?
Aku butuh kasih, perhatian yang nampak
Bukan imaji!

Mengapa saat ini seisi rumah yang ada hanya amarah?
Apa karna cuaca?
Apa karna tetangga?
Atau memang karna jiwa?

Masalah kecil pun disulap menjadi besar
Dan akhirnya perseteruan pun tak terhindarkan

Aaaargh!!!
Bodoh.. bodoh!!!
Mungkin semua ini hanya ilusi


14:14
20/03/11

amarah #1

0 komentar
Pecahan kaca yang berserak di lantai kuning pias
Garis sayat lintang kecil
Hanya mozaik kecil dari murka hari ini

Tak tertahan, sungguh...
Aku tak bisa menahan ini
Ingin segera ku habiskan bergalon-galon airmata ini

Rupanya amarah telah memegang komando
Membayangi 3 anak manusia ini
Kalut di hari yang semestinya indah

Adakah tempat ku curahkan semua ini?
Selain selembar kertas kumal dan Tuhan, tentunya?

Sungguh ku tak bisa menahan...


13:06
18/03/11

18 Maret #2

0 komentar
Cantiknya sang ratu malamku
Bulat penuh
Terang berkilau
Indah berseri

Damai melihatmu senantiasa tersenyum
Latar abu tak ada lagi
Tak ternoda secuil pun

Gemintang bertabur acak
Namun asri
Layak mozaik pengindah kanvas

Purnama 13
Kisah klasik semesta malam
Riangkan alam
Bermadu nada

Purnama 13
Kau tahu yang ku rasa bukan?
Kau coba hibur aku

18:58
18/03/11